AHLAN WASAHLAN...

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Selamat Datang di Blog sederhana ini, semoga bisa memberikan manfaat buat kita semua. Namun apabila ada masukan atau kritikan atas postingan saya silahkan disampaikan...

By : MUJAHIDAH

Senin, 19 Mei 2008

Persahabatan Sejati

Dalam kafilah dakwah, sangat mutlak sekali dibutuhkan sebuah persahabatan. Persahabatan lebih tepatnya ukhuwah merupakan nilai yang sangat mahal bagi kita. Raga boleh terdera, darah, air mata, dan peluh boleh mengucur. Tapi semuanya tak kan mampu tuk pupuskan nikmatnya sebuah persahabatan, persaudaraan, ukhuwah di jalan-Nya. Kesulitan di sepanjang jalan ini, merupakan anugerah dan karunia Allah yang sangat besar dan mulia.

Di jalan dakwah ini, kita harus senantiasa untuk selalu memelihara sikap lemah lembut dan berusaha menjaga hubungan baik dengan teman seperjalanan. Dr. Adil Abdullah Al-Laili, ”Siapa saja yang berhasil melakukan perjalanan dengan para juru dakwah dalam kafilah ini, berarti ia akan bisa hidup dengan manusia yang lain dan ia juga akan berhasil menasihati dan mengarahkan mereka. Sebab ada seorang mukmin yang baik bagi dirinya tapi ia kurang baik bila ia bergabung dalam kafilah ini.” (Musafir fi Qithari Da’wah).

Dalam kafilah dakwah, persahabatan yang dikehendaki tidak boleh berlebihan. Artinya, cinta tak boleh mengabaikan asas keadilan dan objektifitas hingga menyeberang pada sikap fanatik buta dan ta’ashub (sukuisme). Syariat Islam melarang kita terlalu keras dalam mencaci, juga melarang sikap berlebihan dalam memuji. Berlebihan dalam hal cinta akan mendorong orang meremehkan orang lain. Dan setiap sesuatu yang melewati batasnya ia akan berakibat pada kebalikannya.


Namun tidak dipungkiri bahwa dalam sebuah persahabatan sering menemukankan beragam cobaan. Sebuah persahabatan tidak akan bisa terjalin secara otomatis, tapi membutuhkan proses yang panjang. Dalam perjalanan membina persahabatan sejati itu akan selalu diwarnai oleh berbagai pengalaman suka-duka, sakit-senang, yang senantiasa dijalani oleh dua orang sahabat yang menjalin sebuah persahabatan karena Allah.

Dalam sebuah persahabatan akan ditemukan sebuah kritik, koreksi, adu argumen, diskusi, penolakan yang kesemua itu tidak akan memicu permusuhan atau rasa benci, tapi akan menumbuhkan suasana kasih dan cinta yang semakin kuat. Pada zaman dahulu Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam juga berdebat dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal bentuk penghancur sebuah persahabatan :1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)2. Ketidakterbukaan3. Kehilangan kepercayaan4. Perubahan perasaan antar lawan jenis5. Ketidaksetiaan.
Akan tetapi penghancur persahabatan tersebut mampu dipatahkanoleh sahabat-sahabat yang telah teruji kesejatian motivasinya. Dia benar-benar membina sebuah persahabatan karena Allah swt, demi mencapai mardhotillah.

Ikhwati wa akhawati al ahibba' mari kita renungkan kata-kata ini:
"Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita".

“Persahabatan yang sejati akan membawa kerinduan yang abadi. Sesungguhnya persahabatan itu lebih unggul dari percintaan, tanpa persahabatan, percintaan akan berakhir, tanpa percintaan persahabatan akan bisa kekal. Oleh karena itu hargailah persahabatan yang telah terjalin."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar anda...